Kelurahan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu
Tim Ulayat Bengkulu tiba di Kecamatan Suoh

Perkumpulan Ulayat Bengkulu telah tiba di Desa Ringin Sari Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat, guna memulai serangkaian observasi dan sosialisasi awal program pengelolaan hutan lestari yang berlangsung selama empat tahun ke depan.

Manager Program Ulayat, Rahmat Hidayat menyampaikan, perjalanan dari Kota Bengkulu menuju Kecamatan Suoh ditempuh selama kurang lebih 12 jam.

“Setiba di lokasi, observasi awal yang bertujuan untuk mengenali lebih dalam lokasi program, sekaligus melakukan sosialisasi internal terhadap pemangku kepentingan di wilayah tersebut langsung dilakukan,” katanya.

Program yang dijalankan Perkumpulan Ulayat Bengkulu ini, merupakan program mitigasi konflik antara satwa liar dan masyarakat melalui pendekatan pengelolaan hutan lestari secara multipihak.

Kecamatan Suoh dipilih sebagai lokus program, mengingat kawasan ini merupakan salah satu wilayah yang dikelilingi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Rahmat menjelaskan, selain observasi dan sosialisasi, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pemerintahan desa, pemerintahan kecamatan, serta para pemangku kepentingan yang ada di Kecamatan Suoh.

“Termasuk juga dengan Balai Besar (BB) TNBBS. Kami juga melakukan persiapan sekretariat untuk mendukung program yang akan dilakukan ke depan,” jelasnya.

Dalam koordinasi dengan BB-TNBBS yang diagendakan berlangsung tanggal 14 Juli 2026, Tim Ulayat Bengkulu juga melakukan sosialisasi, untuk menyamakan persepsi program yang dilakukan di lokasi program.

Program pengelolaan hutan lestari secara multipihak ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menekan konflik antara satwa liar dan masyarakat.

Sekaligus menjaga kelestarian ekosistem di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang menjadi habitat penting bagi satwa-satwa dilindungi seperti harimau sumatera dan gajah sumatera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »