Kelurahan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu
Masyarakat Kecamatan Suoh secara bersama-sama mengelola areal persawahan

Oleh:
Jutian Aprillo

Dibalik pelukan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Kecamatan Suoh juga menjadi salah satu lumbung pangan di Kabupaten Lampung Barat.

Bahkan hamparan persawahan di daerah tersebut, bak nadi bagi masyarakat yang dalam kesehariannya bersinggungan langsung dengan kawasan TNBBS.

Pengelolaan areal persawahan bagi masyarakat Kecamatan Suoh, tak sekedar untuk menjaga sumber pangan utama. Tetapi juga cerminan hubungan erat antara manusia dan alam, yang telah terjalin begitu lama.

Apalagi mayoritas masyarakat di Kecamatan Suoh, berprofesi sebagai petani. Sehingga sektor petanian, sepeti halnya pengelolaan areal persawahan menjadi sumber mata pencaharian.

Baik sebagai pemilik lahan persawahan maupun buruh tani. Bersawah merupakan bagian dari budaya masyarkat Kecamatan Suoh, yang telah diwariskan dari generasi ke generasi dan merupakan bentuk pemanfaatan sumber daya alam.

Masih bertahannya pengelolaan areal persawahan, tak lepas dari adaptasi yang dilakukan masyarakat. Sehingga menjadi salah satu kunci keberhasilan, yang muaranya Kecamatan Suoh sampai dengan saat ini sebagai lumbung pangan.

Dalam mengelola areal persawahan, masyarakat Kecamatan Suoh beradaptasi dengan menerapkan pola-pola pertanian modern. Seperti pada sistem tanam, telah menerapkan sistem jalur.

Sehingga penerapan pola pertanian modern ini dapat mempermudah masyarakat saat mengelola areal persawahan. Mulai dari proses tanam, perawatan, hingga pemanenan.

Sementara dari sisi pengairan, masyarakat beradaptasi dengan mengandalkan pompa air portabel. Mereka menyedot langsung dari sumber air terdekat, untuk mengairi sawah terutama pada saat musim kemarau.

Dalam mengelola areal pesawahan, masyarakat di Kecamatan Suoh tetap mengutamakan nilai kebersamaan. Yakni menjalankan pola pengelolaan sawah secara gotong royong.

Hasil panen padi dari pengelolaan areal persawahan, masyarakat tidak hanya menjadikannya bahan konsumsi rumah tangga. Tetapi juga memasarkannya ke wilayah sekitar, sehingga menjadi sumber penopang perekonomian.

Fakta-fakta tersebut secara langsung membuktikan jika di Kecamatan Suoh, kehidupan masyarakat masih tergantung pada sektor pertanian, dan tentunya membutuhkan kualitas tanah yang memadai.

Semangat masyarakat juga menjadi modal utama, hingga Kecamatan Suoh yang berada dipelukan TNBBS dapat menjadi lumbung pangan, sembari mempertahankan nilai-nilai kehidupan untuk generasi mendatang.

*Penulis merupakan Community Organizer (CO) Perkumpulan Ulayat Bengkulu

Satu tanggapan pada “Menyusuri Sawah Suoh, Lumbung Pangan Dipelukan Bukit Barisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »