Kelurahan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu
Pesona Danau Asam di Kecamatan Suoh saat sore hari.

Oleh:
Uswatul Hasanah Harahap

Mentari senja mulai merunduk di balik punggungan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), meninggalkan semburat jingga yang memantul di permukaan Danau Asam.

Kilau keemasan itu seolah menari di antara riak-riak air yang lembut, seraya menggoyang pelan perahu kecil tepian danau yang masuk dalam wilayah Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat.

Angin sore yang sejuk dan sesekali membawa aroma belerang, kian memupuk pesona senja hingga menjadi sebuah potret harmoni antara manusia dan alam. Itulah Danau Asam, berkah aktivitas vulkanik dengan luasan sekitar 85 hektar (Ha).

Potensi lokal sektor pariwisata di Kecamatan Suoh yang berupa pesona Danau Asam tersebut dapat berperan menggerakkan ekonomi masyarakat apabila pengelola mengoptimalkannya secara maksimal.

Hanya saja dalam pengelolaannya, tetap perlu mengimbanginya dengan perlakuan yang baik. Sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun ekosistem di sekitar danau.

Pengelola dapat mengawali pengelolaan dengan memberdayakan masyarakat, lalu menata potensi lokal tersebut dengan lebih baik, dan mengiringinya dengan edukasi kepada wisatawan.

Dengan pengelolaan yang mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan dan ekosistem, menjadi langkah penting agar daya tarik Danau Asam tetap terjaga secara berkelanjutan.

Pada suatu ketika pengelolaan dengan optimal ini dapat terwujud, keberadaan Danau Asam dapat memberikan manfaat ekonomi secara nyata bagi masyarakat.

Disamping itu dalam optimalisasi pengelolaan potensi Danau Asam, dipandang perlu kerja sama dengan melibatkan multi pihak dalam mewujudkan sektor wisata yang berkelanjutan.

Danau Asam itu juga dapat menjadi wadah penelitian mengenai potensi geowisata, konservasi lingkungan, dan pengembangan edukasi berbasis geologi.

Dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, pesona Danau Asam dapat berkontribusi dalam pengembangan sektor wisata dan sarana edukasi.

*Penulis merupakan Community Organizer (CO) Perkumpulan Ulayat Bengkulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »