Kelurahan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu
Bekas telapak kaki gajah yang terlihat di sekitar Pekon Sidorejo.

Oleh:
Taufik Adiyanto

 

MATAHARI menerpa tanah liat berwarna kemerahan dengan permukaan yang mulai retak dan merangas, yang menarasikan kekeringan melanda Pekon Sidorejo, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat.

Di tengah teriknya paparan matahari, pandangan saya tertuju pada sebuah gundukan, yang tak lain merupakan kotoran Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus).

Kotoran yang masih terlihat segar dan hangat itu, menjadi saksi bisu jika simamalia darat terbesar ini, baru saja melintas sejamdua lalu di pekon yang bersinggungan langsung dengan Taman Nasioan Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Kotoran gajah yang masih baru di sekitar Pekon Sidorejo.

Beberapa meter dari gundukan kotoran yang padat dan terdiri dari serat-serat tumbuhan, terekam jelas di tanah telapak kaki seekor gajah dewasa.

Kotoran dan cetakan tapak kaki yang mempertontonkan strukturnya tersebut, bukan sesuatu hal yang luar biasa lagi di Pekon Sidorejo karena fakta serupa beberapa kali pernah terlihat.

Namun, disatu sisi membuktikan jika kawasan hutan yang menjadi habitat gajah sedang tidak baik-baik saja. Mulai dari koridor yang terputus dan menyempit, ditambah pula sumber pakan gajah yang sulit ditemukan.

Fakta ini menjadi alarm atau peringatan bagi masyarakat pekon, yang sebenarnya sangat menyadari betapa pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

 

*Penulis merupakan Community Organizer Ulayat Bengkulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »