Kelurahan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu

KONFLIK antara manusia dan satwa liar sering kali dipicu dua tantangan utama, yakni tekanan kebutuhan ekonomi dan semakin menyempitnya ruang hidup satwa liar.

Meskipun demikian, Perkumpulan Ulayat Bengkulu percaya jika hidup berdampingan secara harmonis dengan alam, bukanlah sesuatu yang mustahil. Justru, kehidupan yang selaras dengan alam adalah sesuatu yang harus kita wujudkan bersama.

Melalui pendekatan terpadu yang menggabungkan konsep Sustainable Livelihoods dengan pengelolaan hutan berkelanjutan, Perkumpulan Ulayat Bengkulu bekerja bersama masyarakat untuk memperkuat perekonomian sekaligus menjaga hutan dan satwa liar.

Di Pekon Sumber Agung, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Community Organizer (CO) Perkumpulan Ulayat Bengkulu turun langsung ke masyarakat untuk mendengarkan pengalaman, memahami permasalahan, serta menggali potensi.

Melalui metode Participatory Rural Appraisal (PRA), masyarakat menjadi aktor utama dalam proses perencanaan dan pencarian solusi bagi masa depan mereka sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »