MASYARAKAT Pekon Suka Marga Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat merawat hidup pada hasil pertanian dan perkebunan, meskipun berdampingan dengan kawasan hutan yang mempersempit ruang garapan.
Bersama Perkumpulan Ulayat Bengkulu, masyarakat tidak hanya berbicara tentang hasil panen, tetapi juga menelusuri akar permasalahan hidup berdampingan dengan satwa liar.
Melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), mereka duduk bersama menggali potensi desa, merumuskan harapan, dan memetakan masa depan yang berkelanjutan.
PRA di Pekon Suka Marga kali ini, dengan menggunakan teknik analisis mata pencaharian, kalender musim, diagram Venn kelembagaan, dan matriks penilaian tanaman.
