Kelurahan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu

PERKUMPULAN ULAYAT, berdirinya tidak bisa dilepaskan dari gejolak kepedulian terhadap lingkungan, yang mulai menguat di Indonesia pada akhir dekade 1990-an.

Cikal bakalnya dimulai pada bulan Juli 1997, ketika sekelompok aktivis lingkungan di Bengkulu merasakan kegelisahan yang sama dan dibarengi dengan cita-cita yang sama pula.

Kegelisahan tersebut dipicu adanya kesenjangan antara potensi alam Bengkulu yang melimpah, dengan praktik pengelolaan yang kerap mengabaikan kelestarian.

Untuk menjawab tantangan itu, akhirnya diinisiasi pembentukan sebuah simpul gerakan yang mewadahi organisasi konservasi lingkungan dan kelompok-kelompok pecinta alam di Provinsi Bengkulu.

Wadah ini kemudian diberi nama WORKER, yang merupakan singkatan dari Wadah Organisasi Konservasi. Meskipun sudah terbentuk, perjalanan WORKER tidak berlangsung mulus.

Pada tahun 1998, para pendiri menyadari tantangan yang dihadapi jauh lebih kompleks, ketimbang sekadar mengoordinasikan aktivitas organisasi lingkungan.

Hambatan besar muncul dalam upaya menyatukan visi dan gerakan berbagai elemen yang ada di Bengkulu. Kondisi ini menjadi momentum refleksi kritis bagi para pendiri.

Refleksi tersebut menghasilkan sebuah perubahan fundamental, tidak hanya pada nama, tetapi juga pada cara pandang. WORKER secara resmi diubah menjadi ULAYAT.

Nama ini dipilih sebagai simbol embrio baru yang bermodalkan kekuatan, semangat dan pengakuan terhadap hak-hak tradisional masyarakat atas wilayah dan sumber daya alamnya.

Pergantian nama ini didasari pula perubahan cara berpikir yang jauh lebih mendalam, di kalangan pendiri dalam memandang persoalan lingkungan.

Dimana cara pandang itu tidak lagi melihat isu lingkungan semata sebagai masalah konservasi biologi, tetapi sebagai persoalan politik, ekonomi dan sosial yang tidak terpisahkan dari nasib masyarakat lokal.

Pergeseran ini terjadi seiring dengan dinamika reformasi di Indonesia, yang akhirnya membuka ruang bagi demokrasi dan pengakuan hak-hak rakyat.

Setelah melalui proses pematangan ide dan konsolidasi, ULAYAT secara resmi didirikan pada tanggal 26 Januari 2000 di Bengkulu. Awalnya berbentuk Yayasan, tapi seiring waktu menjadi Perkumpulan.

Pada momen bersejarah ini, ULAYAT menegaskan visi besarnya, yakni terciptanya masyarakat di sekitar hutan yang kuat dalam hal sumber daya alam yang berkelanjutan dan pengelolaan yang demokratis.

Dalam mewujudkan visi tersebut, ULAYAT merumuskan misi yang menjadi pilar gerakannya. Misi tersebut sekaligus menjadi perekat untuk mendorong kebijakan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Memperkuat masyarakat lokal agar mampu mengontrol kebijakan pengelolaan sumber daya alam, membangun aliansi antar-kelompok masyarakat dalam upaya konservasi, serta mendorong kearifan lokal sebagai basis pengelolaan sumber daya alam.

Sebagai Non Goverment Organization (NGO) lokal di Bengkulu, ULAYAT telah mencatatkan sejarah panjang dalam perjuangan anti-pengrusakan hutan dan lingkungan.

Secara konsisten, ULAYAT menjadi garda terdepan dalam mengkritisi praktik-praktik perusakan lingkungan, yang disertai dengan mempromosikan model-model pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada masyarakat.

Salah satu terobosan paling ikonik diantaranya pengembangan media kampanye lingkungan, dengan mendirikan stasiun televisi lokal, yakni BengkuluTV.

Langkah ini merupakan strategi inovatif untuk menyuarakan isu-isu lingkungan dan hak-hak masyarakat secara lebih luas dan masif, menjangkau audiens yang tidak tersentuh dengan metode kampanye konvensional.

Dalam pengembangan programnya, ULAYAT tidak hanya berada di jalur oposisi, tetapi juga aktif membangun inisiatif kebijakan yang konstruktif.

Bahkan ULAYAT terbukti mampu menjadi pelopor dalam pengembangan pengelolaan kawasan penyangga Taman Nasional secara kolaboratif, khususnya dalam manajemen terpadu pada Lansekap Bukit Barisan Selatan di Kabupaten Kaur.

Aktivitas ULAYAT terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Beberapa program terakhir yang dijalankan menunjukkan komitmen mereka pada aksi nyata.

Dari sebuah simpul kecil pada tahun 1997, ULAYAT telah tumbuh menjadi organisasi yang matang. Perjalanannya merupakan cerminan dari perjuangan tanpa henti untuk menjaga alam.

Tak hanya itu, ULAYAT juga memperjuangkan keadilan, dan meneguhkan jika pengelolaan sumber daya alam yang demokratis merupakan kunci bagi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »