KEGIATAN yang digelar Kwartir Ranting Suoh dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Gerakan Pramuka, tidak hanya menjadi ajang berkemah dan mempererat persaudaraan semata.
Lebih dari itu, kegiatan yang dipusatkan di Pekon Sumber Agung Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat tersebut, juga menjadi ruang edukasi tentang kepedulian terhadap lingkungan.
Salah satu isu utama yang diangkat yakni persoalan sampah anorganik, khususnya plastik dan saat ini keberadaannya sudah mulai mengkhawatirkan.
Community Organizer (CO) Ulayat Bengkulu, Jutian Aprillo yang hadir sebagai pemateri mengingatkan, sampah anorganik memiliki masa urai yang sangat panjang.
“Plastik misalnya, dapat bertahan hingga sekitar seratus tahun sebelum benar-benar terurai. Kondisi ini membuat penumpukan sampah plastik di alam menjadi persoalan serius jika masyarakat masih membuang sampah secara sembarangan,” ujarnya.
Jutian menjelaskan, kebiasaan membuang sampah tidak pada tempatnya dapat memperparah pencemaran. Sampah plastik yang tersebar di lingkungan dapat mencemari tanah, menyumbat saluran air, dan merusak ekosistem.
“Jadi para anggota Pramuka yang sebagian besar masih berusia sekolah, harus berperan dengan mampu menjadi penggerak perubahan,” jelasnya.
Menurutnya, dalam tiga sampai lima tahun terakhir tren pengurangan penggunaan plastik sekali pakai semakin tumbuh, terutama di kalangan anak muda.
“Gaya hidup ramah lingkungan kini mulai dianggap sebagai hal yang modern dan bertanggung jawab. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah membiasakan diri membawa wadah makanan atau minuman dari rumah,” ajak Jutian.
Bagi pelajar SMA, kebiasaan membawa tempat makan, botol minum, dan tas belanja sendiri dapat menekan jumlah sampah plastik harian.
“Perubahan besar memang tidak terjadi dalam sekejap. Namun, jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan kecil bisa berdampak luas,” imbuhnya.
Jutian menambahkan, anak Pramuka diharapkan tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga menjadi pionir yang mengajak teman dan keluarga untuk peduli terhadap lingkungan.
“Kegiatan perkemahan tahun ini dapat menjadi titik awal untuk menunjukkan peran generasi muda, khususnya Pramuka dalam menjaga lingkungan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan, dengan semangat kepramukaan, anak-anak Pramuka harus berani mengambil peran nyata dalam mengurangi sampah anorganik, dimulai dari langkah sederhana dan kebiasaan sehari-hari.
“Jika setiap anggota Pramuka mampu menjadi contoh, lingkungan di Kecamatan Suoh ini dapat menjadi lebih bersih dan sehat,” singkatnya.

