Kelurahan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu
Ulayat Bengkulu bersama peserta pelatihan, langsung mempraktikkan pelatihan pemetaan partisipatif dan groundchek lapangan.

DALAM upaya memperkuat tata kelola data spasial di tujuh pekon di Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat, Perkumpulan Ulayat Bengkulu menggelar Pelatihan Pemetaan Partisipatif dan Groundcheck lapangan.

Kegiatan ini menyasar masyarakat dan tim lapangan agar mampu menghasilkan data yang akurat, mudah ditelusuri, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bidang GIS Perkumpulan Ulayat Bengkulu, Ujang Aprianto mengatakan, pemetaan partisipatif menuntut pemahaman perangkat sederhana yang mampu menentukan posisi, navigasi, merekam jejak perjalanan, serta mendokumentasikan kondisi wilayah.

“Tiga perangkat utama yang diperkenalkan adalah GPS/GNSS handheld, Avenza Maps dan Timestamp Camera,” papar Ujang.

Menurutnya, GPS digunakan untuk memperoleh koordinat dan track, Avenza Maps membantu navigasi serta pencatatan objek pada peta digital.

“Sedangkan Timestamp Camera menghasilkan dokumentasi visual yang dilengkapi informasi waktu dan lokasi,” jelas Ujang.

Pelatihan ini menekankan pengenalan dan pemahaman fungsi dasar, bukan sertifikasi operator ahli. Peserta mendapatkan kombinasi materi, demonstrasi, praktik kelompok, dan evaluasi.

“Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali, memahami fungsi, dan menggunakan secara dasar ketiga alat tersebut sebagai pendukung pemetaan partisipatif,” tambah Ujang lagi.

Adapun hasil yang diharapkan dalam pelatihan ini nantinya meliputi pemahaman fungsi ketiga alat, kemampuan membuat waypoint GPS dan Avenza, minimal satu track kelompok, dan foto lapangan bertimestamp.

“Kemudian formulir groundcheck terisi, serta pemahaman alur data lapangan menuju GIS. Jumlah peserta kita targetkan 20 orang, ditambah 5 orang panitia/fasilitator,” imbuhnya.

Metode pelatihan mencakup pemaparan materi, demonstrasi alat, praktik individu/kelompok, simulasi groundcheck, diskusi dan review hasil, serta pre-test dan post-test.

Ujang menambahkan, materi yang diberikan meliputi konsep peta dan data spasial, titik, garis, poligon dan koordinat, groundcheck dan validasi data, standar pencatatan objek lapangan.

Pemaparan materi dalam pelatihan pemetaan partisipatif dan groundchek lapangan, yang dilakukan Perkumpulan Ulayat Bengkulu.

“Untuk GPS/GNSS, peserta mempelajari komponen dan menu, sistem koordinat dan datum, waypoint, track dan route, pengambilan dan penyimpanan titik, navigasi menuju titik, serta kesalahan umum dan akurasi,” tambahnya.

Pada sesi Avenza Maps, peserta dilatih tentang peta georeferensi, membaca posisi pengguna, placemark dan atribut, tracking dan navigasi, serta ekspor data.

“Sementara Timestamp Camera mencakup pengaturan waktu/lokasi, standar foto groundcheck, dokumentasi objek dan kondisi, serta pengelolaan file foto,” sampai Ujang.

Praktik lapangan menjadi bagian inti. Setiap kelompok harus menentukan titik lokasi menggunakan GPS, membuat minimal lima waypoint, merekam minimal satu track, membuka peta desa di Avenza, dan membuat minimal lima titik dan atribut.

“Selain itu mengambil minimal sepuluh foto bertimestamp, serta mencocokkan titik, foto, dan catatan lapangan,” ucap Ujang.

“Peralatan yang digunakan meliputi GPS handheld, smartphone, Avenza Maps, Timestamp Camera, peta desa georeferensi, laptop, LCD atau proyektor, powerbank, formulir lapangan dan ATK,” lanjutnya.

Target data praktik mencakup waypoint GPS, waypoint Avenza, track, foto timestamp, form groundcheck, dan peta hasil praktik.

Tindak lanjutnya adalah membentuk tim pemetaan desa, melakukan groundcheck berkala, menerapkan format data dan dokumentasi yang seragam, mengintegrasikan hasil ke GIS dan peta partisipatif, serta melakukan validasi hasil bersama warga.

“Kita menargetkan pelatihan ini menjadi tahap awal pembentukan kapasitas tim desa dalam mengumpulkan data spasial dan dokumentasi lapangan secara sistematis,” kata Ujang.

Lebih lanjut Ujang mengemukakan, dengan pemahaman dasar GPS, Avenza Maps, dan Timestamp Camera, peserta dapat mendukung proses groundcheck, validasi peta, dan pengembangan database wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »