Kelurahan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu

PERKUMPULAN Ulayat Bengkulu menerima kunjungan dari Hanns R. Neumann Stiftung atau HRNS, yang diwakili Dewan Pengawas, Mr. Olaf Bernhard Tschimpke, serta Manajer Program dan Kemitraan, Mrs. Dorothee Braun.

Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk berdiskusi sekaligus melihat perkembangan program yang sedang dijalankan di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.

Fokus utama program ini adalah membangun sistem mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya melalui penguatan mata pencaharian masyarakat yang berkelanjutan atau sustainable livelihood.

Upaya ini dilakukan dengan mendorong penerapan model pengelolaan hutan lestari yang berbasis ekosistem dan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan manusia dan kelestarian alam.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah hal menjadi bahan diskusi. Mulai dari perkembangan pelaksanaan program selama tiga bulan terakhir, hasil Participatory Rural Appraisal atau PRA yang menggali kondisi dan potensi masyarakat, hingga koridor Gajah Sumatera.

Selain itu, diskusi juga membahas berbagai praktik baik yang telah dilakukan HRNS maupun Perkumpulan Ulayat Bengkulu, yang berpotensi untuk diadopsi dan dikembangkan dalam pelaksanaan program ke depan.

Sehingga upaya membangun mata pencaharian yang berkelanjutan dapat berjalan seiring dengan perlindungan hutan dan satwa liar, sekaligus tercipta hubungan yang lebih harmonis antara manusia dan alam di Suoh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »