KECAMATAN Suoh Kabupaten Lampung Barat yang berada di kisaran 170 hingga 350 meter di atas permukaan laut (mdpl), memiliki topografi yang didominasi lembah, daratan serta kawasan perbukitan.
Dengan kondisi topografi tersebut, dari total tujuh pekon di Kecamatan Suoh, beberapa diantaranya memiliki keterbatasan akses telekomunikasi lantaran tidak terjangkau signal provider seluler atau blank spot.
Sebagai alternatif dalam menunjang kelancaran komunikasi, masyarakat di Kecamatan Suoh hingga saat ini masih menggunakan radio Handy Talkie (HT).
Seiring dengan kehadiran Perkumpulan Ulayat Bengkulu yang melaksanakan program membangun sistem mitigasi konflik manusia dan satwa liar di Suoh, turut memfasilitasi agar jaringan telekomunikasi mengunakan radio HT diperkuat.
Sehingga Perkumpulan Ulayat Bengkulu dengan melibatkan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kecamatan Suoh, berkolaborasi melakukan pemasangan antena luar (Outdoor) radio HT.
Langkah ini sengaja dilakukan untuk memperkuat jaringan komunikasi antar masyarakat. Pemasangan antena luar ini menjadi solusi penting di tengah keterbatasan jaringan telekomunikasi.
Dengan komunikasi radio yang lebih kuat, masyarakat diharapkan dapat lebih cepat saling berkoordinasi, baik dalam situasi darurat maupun kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, langkah ini juga dinilai strategis untuk mempercepat penyampaian informasi ketika terjadi bencana, masuknya satwa liar ke pemukiman penduduk, dan berbagai keadaan mendesak lainnya.
Mengingat wilayah Kecamatan Suoh tersebut, bersinggungan langsung dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), dan juga Hutan Lindung (HL) Kota Agung Utara Register 39.

Pemasangan antena luar ini selain untuk memperluas jangkauan, ditargetkan juga dapat membantu mengatasi hambatan geografis dan fisik. Sehingga komunikasi antar masyarakat dapat lebih baik.
Meningkatkan jangkauan Radio HT sangat penting untuk memastikan komunikasi berjalan efektif dan lancar, terutama saat situasi darurat atau ketika jarak antar pengguna semakin jauh.
Dengan jangkauan yang lebih luas, masyarakat Suoh pada akhirnya dapat berkomunikasi secara lebih efisien dan saling membantu dengan cepat.
Upaya yang dilakukan Perkumpulan Ulayat Bengkulu bersama RAPI Kecamatan Suoh ini, diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam membangun jaringan komunikasi mandiri.
Selain memperkuat koordinasi warga, inisiatif ini juga menjadi bentuk kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan darurat di kemudian hari.


Wawww, masih ada RAPI ya
Iya