MENJAGA keberlanjutan lingkungan, termasuk kelestarian kawasan hutan tentunya bukan sekadar tentang menjaga pepohonan, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk kelangsungan hidup manusia di masa depan.
Ini menjadi benang merah dalam kegiatan Perkemahan Tahunan yang digelar Kwartir Ranting Gerakan Pramuka di Pekon Sumber Agung Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat Provinsi Bengkulu dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Pramuka.
Community Organizer (CO) Ulayat Bengkulu, Taufik Adiyanto selaku pemateri menanamkan semangat kepedulian lingkungan dihadapan anak-anak Pramuka, yang merupakan para generasi muda.
“Menjaga hutan merupakan kunci utama untuk menjaga masa depan,” ujar Taufik.
Apa yang dilakukan hari ini terhadap alam, pasti menentukan seperti apa kehidupan yang bakal diwariskan kepada generasi mendatang.
Menurutnya, kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini, terutama akibat penebangan liar dan perambahan, merupakan ancaman nyata yang harus dihadapi dengan solusi berani, bukan dengan sikap acuh tak acuh.
“Jangan gara-gara segelintir orang, lingkungan menjadi rusak hingga berdampak pada orang banyak,” tegas Taufik.
Taufik menekankan, tanggung jawab menjaga hutan tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah semata. Kolaborasi dari semua pihak, termasuk masyarakat dan terutama generasi muda, sangat dibutuhkan.
“Pramuka sebagai generasi penerus dinilai memiliki peran strategis, untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal kelestarian alam khususnya di Kecamatan Suoh ini,” katanya.
Taufik juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap satwa liar yang habitatnya berada di dalam hutan. Ia mengajak para peserta untuk berani bersikap tegas terhadap praktik perburuan liar yang merusak tatanan ekosistem.
“Memperjuangkan satwa sama halnya dengan memperjuangkan keseimbangan alam, yang berdampak pada kesejahteraan manusia,” ucapnya.
Taufik juga mengajak adik-adik Pramuka untuk menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang, tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada alam dan satwa yang ada di dalamnya.
“Hutan Suoh yang dikenal dengan keanekaragaman hayatinya, termasuk Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) merupakan aset berharga yang tidak ternilai,” singkatnya.

