Site icon Ulayat

Ulayat Bengkulu Gelar Pelatihan Penguatan Kapasitas CO

Diskusi dalam pelatihan penguatan kapasitas CO yang digelar Ulayat Bengkulu

BENGKULU – Ulayat Bengkulu resmi menggelar pelatihan penguatan kapasitas bagi para Community Organizer (CO) atau fasilitator lapangan, yang berlangsung selama dua hari yakni Jum’at (26/6/2026) hingga Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam mempersiapkan tenaga pendamping yang kompeten dan profesional, sebelum terjun langsung ke masyarakat di Kecamatan Suoh, Lampung Barat.

Manager Program Ulayat Bengkulu, Rahmat Hidayat menyampaikan, pelatihan ini dirancang sebagai pembekalan awal bagi para calon fasilitator lapangan.

“Hari ini kami mulai melakukan pembekalan peningkatan kapasitas bagi calon fasilitator lapangan atau CO. Pelatihan ini berlangsung dua hari, dimulai hari ini. Kami fokus memberikan materi dan simulasi yang dibutuhkan,” ujarnya.

Tujuan pelatihan, lanjutnya, guna memastikan setiap CO mampu mengorganisir masyarakat dengan efektif, sesuai dengan tujuan proyek yang akan dijalankan.

Hari pertama pelatihan difokuskan pada pemahaman mendalam tentang peran dan fungsi CO sebagai jembatan antara program dan masyarakat.

Materi yang disampaikan mencakup teknik komunikasi efektif, pendekatan partisipatif, serta metode pengumpulan data yang akurat di lapangan.

Rahmat menambahkan, Kecamatan Suoh dipilih sebagai lokasi pendampingan karena memiliki karakteristik masyarakat yang beragam, dan potensi sumber daya alam yang perlu dikelola secara bijaksana.

Kehadiran CO diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan positif, sekaligus memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat.

“Target utama dari pelatihan ini adalah seluruh output proyek dapat tercapai dengan baik, terutama dalam hal pengumpulan data lapangan. Karena data akurat dan terverifikasi, sangat penting untuk keberlangsungan program,” tegas Rahmat.

Data yang terkumpul nantinya menjadi dasar bagi pengambilan keputusan dan perencanaan program selanjutnya. Dengan data yang valid, setiap intervensi program tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.

Pelatihan hari kedua, dilanjutkan dengan sesi simulasi pendampingan langsung dan studi kasus, sehingga para peserta tidak hanya memahami teori tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.

“Para CO nantinya juga dibekali dengan modul panduan yang dapat digunakan sebagai acuan selama proses pendampingan berlangsung,” tambah Rahmat.

Lebih lanjut, Rahmat menyampaikan, dukungan penuh diberikan agar para CO dapat bekerja secara optimal, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Kecamatan Suoh.

“Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari tercapainya target program, tetapi juga dari meningkatnya partisipasi dan kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi yang ada,” singkatnya.

Exit mobile version